Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) UNY kembali melanjutkan
Paper Intensive Class. Pada pertemuan
pertama dan kedua yang lalu telah dibahas secara mendalam bagaimana menggali
ide tulisan, melatih sensitivitas, menuangkan ide ke dalam tulisan,
mengembangkan paragraf, dan tahapan dalam menulis paper yang baik. Pertemuan
ketiga yang diselenggarakan pada hari Selasa, 25 November 2014 kembali
menghadirkan Dr. Ali Mahmudi. Pada kelas ketiga ini perwakilan peserta mempresentasikan
paper yang telah dibuat.
Desi Sugiarti, S.Pd tampil sebagai presenter pertama yang merupakan perwakilan dari peserta putri. Gadis manis yang sering disapa Desi, merupakan mahasiswa Linguistik Terapan agkatan 2014. Ia menyampaikan karya tulisnya yang berjudul “Information-Gap Activities the English Speaking Skills of Indonesia Students”. Selanjutnya,
presenter perwakilan peserta putra adalah Bayu Rahmat Setiadi, S.Pd dari Prodi
Pendidikan Teknologi Kejuruan Pendidikan angkatan 2013. Karya tulisnya
berjudul, “Pengembangan Metodologi Perancangan 3 E (Eco-Efe Efi) pada Proyek
Akhir Mahasiswa: Suatu Pendekatan Sistematis. Setelah presentasi, Dr. Ali
Mahmudi memberikan komentar terhadap karya tulis yang telah dibuat. Beliau
mengapresiasi semangat menulis yang kuat dari para peserta. Beberapa materi
tambahan yang disampaikan beliau berkaitan dengan penulisan jurnal secara umum.
Paper Intensive Class IV dilaksanakan pada hari Kamis, 27
November 2014. Kelas terakhir dari rangkaian acara Dialog Anti Plagiat dan
Pelatihan Karya Tulis Ilmiah KMP UNY ini diselenggarakan di Ruang 306 A Gedung
Lama. Acara dimulai pukul 13.30 dan hadir sebagai pemateri adalah Dr. Wagiran.
Beliau adalah Kaprodi S1 Pendidikan Teknik Mesin. Karya tulis, baik jurnal
maupun buku teks telah banyak dihasilkan beliau. Di awal pemaparan, Dr. Wagiran
menyampaikan bahwa salah satu indikator kemajuan suatu bangsa dapat dilihat
dari jurnal yang dipublikasikan. “Sebagian besar mahasiswa setelah penelitian
dan karya tulis selesai dibuat lupa masih ada tahapan yang harus dilakukan,
yaitu mempublikasikannya”, terang beliau. Jika dibandingkan dengan negara
tetangga, Singapura, Malaysia, dan Thailand reputasi publikasi ilmiah negara
kita masih tertinggal. Oleh karena itu DIKTI mensyaratkan lulusan S2 wajib
mempublikasian karya tulis di jurnal nasional dan mahasiswa S3 di jurnal
internasional.
Penjelasan berikutnya adalah strategi publikasi jurnal.
Beliau menerangkan bahwa hal penting yang perlu diperhatikan adalah
karakteristik jurnal yang akan dituju. Hal ini penting agar naskah yang telah
disusun tidak salah alamat. Selain itu, hal yang tidak boleh dilupakan adalah
penyesuaian tulisan terhadap ”gaya
selingkung” dari jurnal yang dituju. Di akhir penjelasan beliau memberikan
contoh jurnal-jurnal di bidang pendidikan. Mahasiswa PPs UNY patut berbangga
karena Jurnal HEPI merupakan jurnal yang telah lama mempertahankan
akreditasinya. (agp)
Catatan:
Info mengenai kegiatan KMP UNY dapat dilihat di www.kmp-pascasarjanauny.blogspot.com
atau follow twitternya di @KMPUNYMateri dapat diunduh di sini tentang Menulis Jurnal oleh Dr. Wagiran
materi 1
Lampiran


